“Batasi informasi, karena terlalu banyak tahu itu kadang malah jadi jebakan.” -Rio, Scj
Idealnya makin banyak kita membaca buku itu seharusnya kian cerdas dan pintar. Makin banyak informasi kita dapatkan kian luas pikiran dan pengetahuan. Nyatanya sebaliknya makin berjubel informasi yang datang kian pusing pikiran ini. Makin stress juga untuk menentukan pilihan dan mengambil keputusan. Yang ini meyakinkan murah, on time, dan mantab. Sementara yang lain menggiurkan, tidak sekadar murah menarik dan bagus, tapi banyak diskon. Inilah yang disebut hukum Segal.
Hukum Segal itu sederhananya begini, satu sumber membuat kita yakin, tapi dua atau lebih sumber itu sering membuat kita ragu, karena informasinya saling bertabrakan. Hal ini sering kita alami, misal saat memilih barang, kendaraan, pakaian, investasi, dan bahkan juga percintaan.
Kasih, iman, dan harapan pun kadang kabur oleh banyak hal. Maunya setia, tapi jadinya setiap tikungan ada. Maunya rajin berdoa, tapi tawaran dunia lebih menggoda. Maunya berbuat baik, nyatanya bukan baik yang didapat, melainkan kecewa dan sakit hati. Maunya berbagi, tapi selalu rugi.
Informasi itu dari luar, keputusan dan pilihan dari dalam. Godaan dari luar, keteguhan hati untuk setia dari dalam. Komentar dan nyinyiran dari luar, tapi memilih diam dan fokus pada tujuan itu dari dalam. Pilihlah satu sumber yang bisa diandalkan, sementara yang lain sebagai perbandingan. Bangun pondasi kuat dalam diri, bukan pondasi kata orang. Berdirilah pada kaki sendiri, karena hidup ini tanggung jawab diri. Kurangi membanding-bandingkan, fokuslah pada pilihan, keputusan, dan tujuan yang telah kita tetapkan. Di situlah kita akan jadi pemenang!
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

