Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Diperlukan dua orang untuk membicarakan kebenaran, yang satu berbicara dan yang satu mendengarkan.”
(Henry David Thoreau)
…
Apakah itu Proses Mendengarkan?
Mendengarkan adalah sebuah ‘proses penting untuk menerima serta memahami’ informasi, emosi, atau pesan dari orang lain dengan penuh empati.
Langkah paling utama dalam mengembangkan kemampuan yang dapat diajarkan adalah proses untuk mendengarkan. “Jadi seorang pendengar yang baik itu dapat membantu kita mengenal orang lebih baik, mempelajari yang telah mereka pelajari, dan menunjukkan pada mereka, bahwa kita menghargai mereka sebagai seorang pribadi.” Demikian pendapat serta pandangan cerdas dari Penulis dan filsuf Amerika, Henry David Thoreau.
Mandi Opini Publik
‘Mandi Opini Publik’, adalah sebuah ajang berupa “sesi saling curhat di istana” yang diagendakan oleh Presiden ke-16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln. Lewat sesi saling curhat ini, Presiden mengundang warga untuk menyatakan pendapat mereka kepada Presiden. Lewat cara ini, ternyata ia mendengar dan mengetahui banyak hal tentang seluruh realitas yang sesungguhnya. Lewat ajang ini pula, tidak dimaksudkan untuk sekadar berbada-basi, tapi warga diminta untuk jujur mengatakan yang benar dan aktual yang sedang terjadi di dalam masyarakat. Sekalipun Presiden tidak selalu sependapat dengan aneka curhatan, tapi ia pertama-tama sangat menghargai kejujuran dari warganya.
Talent is Never Enough
(The Maxwell Daily Reader)
Filosofi Pentingnya Proses Mendengarkan
- Bukankah ‘proses mendengarkan’ itu adalah tanda empati, penghargaan, dan rasa hormat sejati terhadap martabat manusia?
- Bukankah pula lewat proses mendengarkan, kita belajar untuk membuka diri demi memahami perspektif dan perasaan orang lain, sehingga dapat mengokohkan relasi sejati dan membangun suatu kepercayaan?
- Bukankah lewat proses mendengarkan itu kita dibantu untuk mau belajar, bertumbuh, dan jadi lebih arif?
Refleksi
“Jika Anda terus bertekad melanjutkannya, ingatlah, bahwa Anda tidak akan dapat belajar, jika Anda selalu mau berbicara. Seperti yang dikatakan dalam pepatah lama, “Ada alasannya, mengapa Anda hanya memiliki satu mulut dan dua daun telinga!”
Bukankah “Mendengarkan adalah
seutas ekspresi cinta yang terindah?”
(Auscultare est Amoris Expressio Pulcherrima)
…
Kediri, 3 April 2026

