Dalam kultur suku Batak, Sumatra Utara, seorang tamu yang dihormati akan menerima ulos dari para Tetua adat di situ. Telisik punya telisik, ini bukan hanya sekadar menyambut tamu, melainlan lebih dari itu: ungkapan kasih sayang dan sambutan bagi tamu agar merasakan kehangatan sebagai keluarga di tanah Batak. Ulos sendiri sebenarnya bermakna selimut, yang memberikan kehangatan sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan orang Batak, selain api dan Matahari yang juga memberikan kehangatan.
Kamis Putih yang mengawali Tri Hari Suci, kehangatan itu hadir dari kasih Yesus yang teramat besar kepada kita: mulai dari perjamuan dengan kata-kata institusi pemberian Tubuh dan Darah-Nya, yang kemudian kita rayakan sampai hari ini dalam Ekaristi, dan peristiwa pembasuhan kaki yang sangat melegenda. Kasih Yesus melingkupi komunitas para murid, menghangatkan, dan membuat mereka merasakan, bahwa komunitas ini adalah komunitas yang satu dalam kasih.
Hal yang menariknya adalah Petrus sempat menolak untuk dibasuh. Baginya, tidak patut seorang Guru dan Tuan merendahkan diri dengan membasuh kaki para murid. Namun, Yesus berkata, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku.” Dalam bahasa Yunani, mendapat bagian adalah ‘mepos’, terpisah sendirian, tidak jadi bagian dari keseluruhan. Hanya orang-orang yang telah merasakan kehangatan kasih Tuhan yang dapat sungguh mewartakan kasih itu kepada sesama.
Semoga perayaan Kamis Putih ini mengingatkan kita kembali pada kehangatan kasih Tuhan yang telah menyatukan, melingkupi, dan mendorong kita untuk mewartakan kehangatan kasih itu kepada semakin banyak orang, seperti halnya nama Kamis Putih sendiri: ‘Maundy Thursday’, Kamis yang berisi mandat (mandatum, perintah) untuk saling mengasihi; jadi satu bagian dalam Kristus dan kemanusiaan, tidak ada yang terabaikan.
“Ya, Yesus, kami bersyukur, karena Engkau telah mengasihi kami dan jadi teladan kami dalam mengasihi sesama. Mampukanlah kami untuk saling melayani, mulai dari keluarga dan komunitas kami masing-masing. Amin.”
Ziarah Batin

