“Ketika hati nurani dipengaruhi oleh keinginan dan nafsu yang tidak teratur, maka kebaikan sebanyak apa pun tidak akan dibalas dengan kebaikan, melainkan kejahatan dan pengkhianatan.”
Hidup, tinggal, makan minum, dan bahkan mengalami suka duka bersama selama tiga tahun antara Yesus dan Yudas itu belum cukup meyakinkan Yudas tentang arti dan makna cinta serta persahabatan. Di ujung kebersamaan, Yudas, murid itu rela mengorbankan gurunya hanya demi beberapa keping uang, karena keinginan dan nafsunya yang tidak teratur, sehingga cinta dan persahabatan itu ternodai.
Kita disadarkan, bahwa:
- 1) Hargailah pengorbanan yang telah diberikan oleh orang-orang yang mencintaimu dan para sahabatmu. Mereka melakukan kebaikan kepadamu tanpa pamrih, syarat, dan tanpa batas, hanya karena cinta akan makna dan arti sebuah persahabatan;
- 2) Bila kebaikan orang lain dibalas olehmu dengan kejahatan dan pengkhianatan, maka sadarlah, bahwa ada sesuatu yang telah dan sedang salah dengan hati nuranimu saat ini;
- 3) Kesetiaan terhadap sahabat dan pasangan adalah nilai keutamaan yang tidak ternilai harganya; sekali Anda mengkhianati mereka yang berbuat baik kepadamu, maka Anda telah kehilangan tempat istimewa di dalam hati mereka.
Akhirnya sadarlah, bahwa kebaikan itu harus dibalas dengan kebaikan, karena sesaat, ketika Anda menerima kebaikan, maka sesungguhnya di sana selalu ada pengorbanan dan ketulusan dari mereka yang berbuat baik.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

