”Luka yang paling menyakitkan itu adalah, ketika kita sadar, bahwa dia yang kita cintai telah mengkhianati ketulusan cinta kita.”
Apa yang kurang bahkan tidak diberikan oleh Yesus, Sang Guru kepada kedua belas Rasul-Nya? Semua yang dimiliki adalah milik mereka juga. Namun, selalu ada yang tidak puas dengan semua yang telah dimiliki. Ada yang ingin mendapatkan lebih, maka salah satu jalan adalah pengkhianatan seperti yang dilakukan oleh Yudas, si murid terhadap Yesus, Sang Guru.
Dikisahkan dalam Injil, setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku “(Yoh. 13: 21).
Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:
- Sadarlah, bahwa mereka yang mencintai dan membantumu adalah mereka yang telah berkorban demi Anda;
- Bahagialah dengan yang Anda miliki saat ini dan jangan tergoda untuk mencari yang belum pasti, walaupun nampak menarik;
- Ingat luka sebuah pengkhianatan itu tidak mungkin sembuh, walaupun kata maaf terucap dari mulut.
Akhirnya jagalah kepercayaan orang lain terutama mereka yang mencintaimu dengan kesetiaan. Dengan kata lain, penghargaan terbesar sebagai balasan bagi mereka yang mencintaimu adalah kesetiaan.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

