Peristiwa Maria mengurapi kaki Yesus mengungkapkan makna kasih, pengabdian, dan pengenalan akan siapa Yesus sebenarnya. Enam hari sebelum Paskah, Yesus datang ke Betania, ke rumah Lazarus yang telah dibangkitkan-Nya. Di sana, Maria mengambil minyak narwastu murni yang sangat mahal, menuangkannya ke kaki Yesus, dan menyeka dengan rambutnya. Tindakan ini bukan hanya simbol penghormatan, melainkan juga ungkapan kasih yang dalam dan pengabdian total.
Minyak narwastu bernilai sangat tinggi. Maria rela menghamburkan hartanya demi menyatakan kasihnya kepada Yesus. Ia tidak berkata apa-apa, tapi tindakannya berbicara lebih keras dari kata-kata: kasih sejati itu memberi tanpa perhitungan.
Yesus menafsirkan tindakan Maria sebagai persiapan untuk penguburan-Nya. Ia berkata, “Biarkan dia, supaya ia melakukannya untuk hari penguburan-Ku” (Yoh. 12: 7). Maria tampaknya memahami, lebih daripada murid-murid lainnya, bahwa Yesus akan segera mati. Ia tidak menunggu sampai semuanya terlambat.
Tindakan Maria kontras dengan Yudas Iskariot. Sebab Yudas Iskariot mengkritik tindakan Maria sebagai pemborosan. Tapi Injil Yohanes mencatat, bahwa Yudas Iskariot melakukan itu bukan karena peduli pada orang miskin, melainkan karena ia biasa mencuri dari kas. Ini menunjukkan kontras antara kasih yang tulus dan kepentingan diri yang tersembunyi.
“Ya, Tuhan, ajarilah kami mengasihi dengan tulus seperti Maria dan mampukan mempraktikkannya kepada sesama. Amin.”
Ziarah Batin

