“Hari ini kami melambaikan daun palma di tangan. Tapi apakah kami mau tetap tinggal di kaki salib?
Yesus, ajar kami percaya pada jalan-Mu, bukan jalan kami.”
Allah yang Maharahim, di Minggu Palma ini kami melihat Yesus disambut dengan sorak-sorai, “Hosana!” Tapi kami tahu, tidak lama kemudian banyak hati akan berbalik. Kami mengakui, sering kali hati kami pun demikian: hari ini penuh semangat, besok bisa jadi ragu, dan menjauh.
Bapa, Putra-Mu memilih jalan yang tidak mampu kami pilih. Walaupun Ia adalah Allah, Ia merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib. Ia tidak lari dari penderitaan, tidak menolak kehendak-Mu. Seperti hamba yang menderita, Ia menyerahkan diri-Nya sepenuhnya, percaya, bahwa Engkau adalah penolong-Nya.
Tuhan, sebaliknya kami melihat diri kami dalam Yudas, ketika kami ingin mengatur rencana-Mu; dalam Pilatus ketika kami menghindari kebenaran; dan dalam para murid, ketika kami jatuh dalam kelemahan. Ampuni kami ketika kami mengikuti-Mu dengan cara kami sendiri, bukan dengan percaya pada jalan-Mu.
Di tengah kelemahan kami, belas kasih-Mu tetap terbuka. Dari Hati Yesus yang terluka, mengalir kerahiman yang tidak terbatas bagi kami masing-masing: secara pribadi. Engkau mengenal dosa,
kegagalan, dan pergumulan kami, tapi tetap memilih salib, karena mengasihi kami.
Bapa, ajar kami bukan hanya menyambut Yesus saat sukacita, melainkan juga tinggal bersama-Nya dalam penderitaan, keheningan, dan dalam penyerahan diri. Beri kami rahmat untuk percaya pada kebijaksanaan-Mu dan setia mengikuti-Mu, bahkan saat kami tidak mengerti.
Hari ini kami tidak hanya meletakkan daun palma, tapi seluruh hidup kami di hadapan-Mu.
Yesus, Engkaulah andalanku. Aku percaya padaMu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

