“Memasang target demi ambisi itu ibarat balon yang menggelembung, dan mudah pecah. Tapi hidup yang selalu disyukuri itu membuat kita lindap dalam belas kasih Allah.”
Jujur, semula orientasi hidup saya sekadar untuk mewujudkan target demi target. Dengan meraih sukses itu saya merasa puas dan bangga. Karena perjuangan saya tidak sia-sia.
Selalu memotivasi diri dan fokus pada tujuan, apa pun pekerjaan atau bidang yang digeluti agar saya berjuang pantang menyerah untuk mencapai hasil maksimal.
Ternyata berjuang, karena dipenuhi ambisi dalam dunia usaha itu berbeda, atau tepatnya bertolak belakang dengan bidang pelayanan karya sosial, untuk melayani dan mengasihi sesama.
Dalam dunia usaha dan profesi, kita dituntut untuk pengembangan diri, maju, sukses, dan wow! Faktanya dengan mengedepankan ambisi dan emosi, kita mudah kecewa, stres, dan atau putus asa. Ketika hasil pencapaian itu tidak sesuai yang diharapkan. Apalagi, jika kita didera kegagalan.
Begitu pula di bidang pelayanan sosial, ketika melayani sesama itu didasari ambisi, ingin menonjolkan diri, atau demi kepentingan pribadi. Kita mudah kecewa dan sakit hati. Ketika ekspektasi itu jauh dari hasil pencapaian, harapan, dan minus apresiasi. Apalagi, ketika disodori kenyataan pahit getir, dan semua itu serasa sia-sia tiada arti.
Berbeda hasilnya, jika semangat melayani sesama itu didasari hati yang peduli dan mengasihi. Kita ada dan hadir itu bukan karena demi ambisi, pujian, menonjolkan diri, serta mencari keuntungan materi. Melainkan karena kita ingin menghadirkan kasih Tuhan Yesus yang diimani. Kita melayani sesama dengan rendah hati, ikhlas, dan berlimpah sukacita.
Sesungguhnya, apa pun pekerjaan, profesi, atau bidang jasa pelayanan yang ditekuni, ketika hal itu datang dari hati nan tulus sebagai pujian syukur kita pada Allah. Sehingga hidup kita serasa nyaman, tanpa beban, dan ikhlas.
Camkan! Keikhlasan itu tidak diukur dari kuantitas dan jumlah hasil pencapaian, tapi dari kualitas hati untuk taat dan setia melaksanakan kehendak Allah.
Selalu bersyukur dan bahagia!
Mas Redjo

