(Inti) Taklukkan Kekerasan dengan Kelembutan
Ketika dunia mengajarkan, bahwa kekuatan diukur dari kemampuan untuk membalas, Sang Hamba menunjukkan, bahwa kekuatan sejati terletak pada pengendalian diri untuk tidak menghancurkan. Ia tidak membalas makian dengan nista, atau luka dengan derita. Dengan tetap diam di hadapan pendakwa-Nya, Ia justru menelanjangi kekosongan kuasa duniawi.
Kelembutan-Nya adalah ‘badai yang tenang’, yang meruntuhkan tembok permusuhan; bukan dengan palu godam, melainkan dengan pancaran kasih yang tidak kunjung padam.
Doaku hari ini : Ikut Sang Hamba menguasai diri sendiri untuk tetap mengasihi di tengah tekanan.
Berkah Dalem.
Jlitheng

