1.
Parade Anomali
Ikatan keselarasan jiwa raga putus
Kasih sayang terluka parah merana
Kemanusiaan terkapar di jalanan sunyi
Harkat martabat terlunta-lunta sepi
Serpihan rindu damba digilas debu tanah
Orang-orang terasing dalam tanya
merasa berkuasa dan halalkan segala cara
Nafas tersengal dicekik iri dengki
Desir darah mampet tersumbat nafsu birahi
Pikiran gelap dilumat teknologi
sehingga tak mampu memilih yang hakiki
Sesama dijadikan musuh pribadi
jika tidak puaskan nafsu diri
Alam dikuras dan terus diracuni
meskipun rezeki seluruh hidup diberi jagat ini
2.
Bara dan Nyala Api
Jemari tangan menyalakan api
langkah kaki kobarkan bara gengsi
Mulut membakar apa saja dan siapa saja
atas nama kebaenaran diri dan kebebasan bicara
Siang malam bara dan nyala api berkobar di mana-mana
Manusia menjelma jadi serigala
rakus dan tamak memangsa sesama saudara
Adat budaya perlahan sirna
Agama hanya topeng dan sandiwara
Hukum tergantung angka dan kuasa
Kehidupan jadi medan perang kata-kata
Aneka cara dianggap lumrah biasa
demi mendapatkan harta dan kuasa
Yang tak lemah dan miskin terbakar bara
Yang bodoh dan takut dilahap api menyala
3.
Mungkin Zaman Edan
Angka adalah ukuran dan tujuan
Kata jadi senjata dan racun berbisa
Akal pikiran dikendalikan selera
Nurani jiwa sudah bisu dan buta
Mungkin inilah fakta zaman edan
manusia dikuasai kebodohan dan keterasingan
Entah akan berakhir kapan
Segelintir orang waras dicap gila
karena kebanyakan yang edan berkuasa
karena kewarasan dibeli pemilik harta
karena harkat martabat dibunuh pemilik senjata
Zaman sedang terbolak balik
yang baik jadi buruk
Kebenaran dianggap sampah busuk
Iman, prinsip, nilai dan hukum terus sirna tercabik

