Panglima atau pemimpin perang ini ialah Tuhan di satu pihak dan Setan di pihak lain. Para Malaikat dan orang kudus berada di pihak Tuhan yang menjalankan tugasnya sebagai para prajurit, sedangkan di pihak sana ada para serdadu setan. Perang ini bukan untuk menghasilkan siapa yang menang dan kalah. Karena kalau soal kuat atau lemah, jelas Tuhan Allah jauh melampaui Setan.
Perang ini selalu ingin merebutkan kekayaan ciptaan Allah paling utama, yaitu kita manusia. Kita adalah umat-Nya yang terkasih. Setiap orang dipanggil dan ditentukan sejak di dalam kandungan Ibunya akan jadi apa kelak. Panggilan ini dilengkapi dengan pelayanan dan perutusan kita di dalam dunia. Tapi Setan tidak peduli dengan semua keistimewaan itu. Ia justru iri hati dengannya. Ia berambisi untuk membawa manusia ke dalam kerajaannya yang gelap. Ketika sudah merebutnya, Setan pasti menggunakan semua keistimewaan manusia untuk memperkuat dan melestarikan kerajaannya.
Nabi Yeremia terkenal dengan kepandaiannya dalam menyampaikan firman Allah. Tapi ia sangat dibenci dan dimusuhi para lawannya yang adalah setan atau musuh Tuhan Allah. Perang rohani ini berpusat pada kebenaran kebijaksanaan Allah yang Nabi pertahankan dan ancaman pembinasaan dirinya oleh para musuh yang membenci kebijaksanaan Allah.
Perang ini terjadi juga antara Yesus dengan kaum Farisi dan para ahli Taurat. Kebenaran yang dipertahankan ialah Yesus sebagai Putra Allah, utusan Bapa di Surga, dan bersatu dengan Bapa. Bagi para musuh, ini benar-benar penghujatan Allah. Mereka tidak rela kalau Allah yang Mahatinggi disamakan dengan Yesus dari Nazareth yang hanya manusia biasa seperti mereka.
Perang ini disebut rohani, karena penuh dengan pertarungan argumen, pemikiran, keyakinan, dan prinsip iman. Ketika masing-masing pihak bertahan dengan pendiriannya, perpecahan atau pemisahan akan jadi hasil akhirnya. Penguasa kegelapan yaitu Setan tetap berseberangan dengan penguasa kebenaran yaitu Tuhan, dan perpecahan ini berlangsung sampai detik ini. Selama dunia masih ada, perpecahan tetap ada, karena Setan tidak pernah berhenti bekerja dengan semua strateginya untuk merebut manusia di dunia ini.
Kita masing-masing mengalami berhentinya perang ini, ketika kematian datang menjemput. Proses setelah kematian kita ialah sebuah penentuan apakah kita akan menuju ke kerajaan Allah atau sebaliknya ke kerajaan Setan. Setelah kematian kita, tidak ada lagi perang rohani. Yang ada ialah perjalanan ke tujuan kita yang abadi.
“Ya, Allah yang Mahakuasa, semoga kami senantiasa kuat dalam setiap godaan dan tipu muslihat setan, sehingga kami dapat selalu setia kepada-Mu. Amin.“
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

