1.
Tanya Abadi
Aku tersenyum saat coba bertanya
mengapa anggota badanku tak ada yang sama
Entah rambut di kepala dan bagian lain
Entah antara jari tangan dan jari kaki
Entah antara kedua mata atau telinga
Entah antara gigi dalam rahangku
Ada yang mirip tapi tak sama
Masing-masing ternyata mempunyai perannya
Mengapa berbeda?
Ada ribuan berjenis lelaki
tetapi tak pernah sama pribadinya
Ada jutaan berjenis perempuan
juga tak ada yang sama
Ada juga yang berkelamin lelaki tetapi seperti perempuan
Ada yang berjelamin perempuan tetapi berkelakuan seperti lelaki
Mengapa harus berbeda-beda?
Pelangi tersengum menggoda
justru indah mempesona mata rasa
karena perpaduan warna berbeda
Entah siapa yang pandai melukisnya
bisa dipandang namun tak mampu ditangkap
Hutan belantara dihuni aneka tumbuhan
beragam margasatwa hadir di sana
seperti padang savana dan penghuninya
Mengapa berbeda dengan penghuni samudra
yang melukis ombak gelombang menghempas pasir pantai
Ada angkasa raya tertawa
awan menari diiringi hembusan angin
Jutaan bintang dan aneka galaksi
menemani deretan planet yang tak pernah sama
Siang malam datang silih berganti
menggerakan roda waktu ciptakan ruang
Tarian jagat raya dan nyanyian semesta abadi
Mengapa tak pernah sama dan terus berubah
Tanya ini abadi bagi insani
karena realitas lainnya ajaib tak terselami
2.
Melukis Rindu Damba
Pada kanvas tanya jiwa raga
kuambil ranting menulis di pasir
tentang rindu hati nurani untuk meramu sajak cinta kasih sayang
Pada lembaran tanya jiwa
kuambil mimpi melukis di wajah angkasa
tentang damba jiwa sanubari
memiliki damai harmoni bahagia
Aku kembali bertanya dalam sunyi
Mengapa ada rindu menulis sajak cinta kasih sayang
Mengapa ada damba melukis harmoni damai
Apakah ini jawaban untuk tanya dan perbedaan?

