Jika Anda tidak bisa mengakui keunggulan atau ingin memiliki seperti orang lain, tapi faktanya Anda tidak mampu, maka akan melahirkan iri hati dan kebencian. Ketika iri dan benci ini tak mampu diredam, maka akan menimbulkan rencana dan tindakan jahat.
Kaitan antara iri dan benci yang melahirkan tindakan jahat itu terekspresi lewat kisah Injil. Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada. Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah” (Yoh. 8: 57-59).
Pelajaran penting bagi kita:
- 1) Padamkanlah rasa iri dan benci yang ada di dalam hati dan pikiranmu;
- 2) Akuilah kelebihan dan keunggulan orang lain dan berjuanglah untuk mengembangkan potensi dan talentamu;
- 3) Motivasilah diri sendiri untuk melakukan yang terbaik guna menggapai yang Anda inginkan.
Ingatlah, bahwa iri hati dan benci itu tidak pernah melukai orang yang tidak disukai. Sebaliknya justru akan membelenggumu dalam penjara jiwamu yang kelam.
Monsignor RD Inno Ngutra, Pr

