Kita menyadari, mengetahui, dan mengikuti berita yang sedang mendunia saat ini tentang perang antara negara Iran melawan Amerika dan Israel. Berita ini mungkin jadi berita terbesar pada saat ini. Perang tersebut memberi dampak ke seluruh dunia, khususnya mengenai tingginya harga bahan bakar minyak mengingat Iran sebagai produsen minyak yang terpenting di dunia. Selain itu berita besar nasional menarik perhatian kita seperti bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Indonesia yang membawa kerugian harta benda dan kehilangan nyawa manusia.
Di dalam urusan rohani dan iman, berita terbesar bagi kita ialah Kabar Sukacita yang disampaikan oleh utusan Surga, Malaikat Gabriel, kepada seorang perawan di Nazaret di Galilea yang bernama Maria. Kabar ini disebut sebagai berita terbesar, karena mempunyai beberapa alasan penting ini:
- 1) Gabriel sebagai salah satu Malaikat agung yang menyampaikannya;
- 2) Kabar itu mengakhiri semua bentuk janji yang telah dibuat Tuhan dengan manusia sejak zaman Abraham;
- 3) Isi kabarnya ialah akan hadir Putera Allah yang menjelma jadi manusia dengan nama Yesus Kristus; dan
- 4) Kabar itu menandakan tema besar dalam sejarah keselamatan yang disebut inkarnasi.
Di dalam kitab Nabi Yesaya, kabar terbesar itu sudah diantisipasi dengan janji yang menggambarkan begitu persis tentang seorang perawan yang akan melahirkan seorang utusan Allah. Putra yang dilahirkan itu akan diberikan nama Emanuel, yang berarti Allah beserta kita. Janji ini jadi nyata dengan peristiwa perawan Maria yang menerima kabar dari Surga melalui Malaikat Gabriel. Tanggapan Maria atas kabar terbesar itu: “Aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu,” merupakan sebuah tanggapan terbesar, yang jadi standar tanggapan iman semua pengikut Kristus. Kita semua sebagai anak-anak Bunda Maria menjadikan tanggapan iman ini sebagai kesanggupan kita untuk melakukan kehendak Allah sepanjang hidup kita.
Perayaan Kabar Sukacita ini membuat kita percaya, bahwa berita terbesar di dalam hidup kita sehari-hari ialah tentang kedatangan atau kehadiran dan kebenaran. Berita yang ada di sekitar kita, baik lisan, tulisan, maupun online tentang kehadiran, keberadaan, dan kedatangan diri sendiri atau sesama itu harus lebih diutamakan daripada berita tentang ketidak-adaan. Berita tentang kebenaran yang berisi kebaikan, keadilan, kedamaian, sukacita, dan keselamatan itu harus lebih diperbesar dan disebarkan, daripada tentang kebohongan, kekerasan, kehilangan, permusuhan, perang, dan terorisme. Berita terbesar bagi kita ialah tentang kebaikan dan kebenaran, bukan sebaliknya.
“Tuhan yang Mahabesar, penuhilah diri kami dengan Kabar Sukacita tentang kebenaran-Mu. Semoga Roh-Mu membantu kami untuk melawan semua berita palsu dan bohong. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

