Yesus berbicara secara terbuka kepada orang banyak tentang asal-usul dan tujuan-Nya yang Ilahi. Tapi banyak orang yang tidak mengerti, atau bahkan menolak Dia. Yesus menegaskan, bahwa Ia bukan berasal dari dunia ini, melainkan dari atas, dari Bapa di Surga. Ia berkata, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas. Kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini” (Yoh. 8:23). Ini adalah pernyataan tegas tentang keilahian-Nya, bahwa Ia bukan sekadar Guru atau Nabi, melainkan utusan Surgawi.
Yesus menyatakan, bahwa Ia datang untuk melakukan kehendak Bapa, dan siapa pun yang percaya kepada-Nya akan mengenal kebenaran dan hidup. Tapi banyak orang tidak memahami maksud-Nya, bahkan ketika Ia berbicara tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Reaksi para pemuka Yahudi menunjukkan kebingungan dan penolakan.
Ketika Yesus mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengikuti-Nya ke tempat Ia akan pergi, mereka bertanya-tanya, apakah Ia akan bunuh diri. Mereka gagal memahami, bahwa Yesus sedang berbicara tentang kembali kepada Bapa setelah penyaliban dan kebangkitan-Nya.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga mengerti atau kita sama seperti para pemimpin Yahudi?
“Ya, Tuhan, semoga akal budi kami mampu mengantar kami pada pengetahuan dan kebenaran iman akan Engkau. Amin.”
Ziarah Batin

