“Saat semua orang menuduh dan menghukum, Yesus ada di dekat kita. Belas kasih-Nya lebih besar dari dosa dan kesalahan kita.”
Allah yang Maharahim, kami datang kepada-Mu membawa kelemahan, kegagalan, dan rasa malu yang sering kami sembunyikan.
Dalam Injil, kami melihat Yesus di tengah tuduhan dan penghakiman. Seorang wanita diseret, dipermalukan, dijadikan alat. Tapi Yesus tidak ikut dalam keramaian itu. Ia menunduk, diam, dan Ia membuka ruang bagi belas kasih.
Bapa, sering kali kami seperti orang banyak itu. Cepat menghakimi, merasa benar sendiri, gesit melihat kesalahan orang lain. Tapi sabda-Mu mengingatkan kami, bahwa tidak ada seorang pun yang tanpa dosa. Kami semua membutuhkan belas kasih-Mu.
Pemazmur berkata, Engkau adalah Gembala kami yang menuntun kami melewati lembah gelap. Dalam Yesus, kami melihat, bahwa keadilan-Mu penuh dengan belas kasih.
Terima kasih, Bapa, karena Engkau tidak menyayangkan Putra-Mu sendiri, supaya kami diselamatkan. Darah-Nya tercurah untuk menyucikan hati kami.
Dalam keheningan, kami mendengar Yesus berkata, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.”
Berilah kami rahmat untuk menerima belas kasih ini, terutama dalam Ekaristi dan Sakramen Tobat. Berilah kami hati yang baru untuk tidak hidup dalam dosa, tapi dalam kasih-Mu.
Yesus, kami percaya pada belas kasih-Mu. Tuntun kami hidup dalam kebebasan-Mu. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

