1.
Merah darah berkibar siang malam
dari puluhan, ratusan dan ribuan orang
Gara-gara membela periuk nasinya
Gara-gara memperjuangkan nasib keluarganya
Gara-gara mempertahankan tanah leluhurnya
Gara-gara bersuara anti korupsi
Gara-gara menggugat keserakahan dan kejahatan negara terhadap manusia dan lingkungan
Akhirnya jadi korban dan tumbal
Mungkin hanya awan dan langit yang peduli
Lalu jadi hujan banjir air mata
turun untuk membasuh merah darah anak-anak bangsa
Mengantarnya ke debu tanah dan samudra
2.
Seperti laskar selongsong peluru bicara
dari senjata mana mereka ditembakkan
Di mana mereka telah diproduksi
dan jari siapa yang menekan pelatuk
pada senjata jenis apa
Tetapi,
sering terjadi persoalan untuk bicara jujur
Entah karena pangkat dan aturan jabatan
Entah karena kuasa dan kepentingan
Entah karena buta nurani dan gelap sanubari jiwa
Publik galau sambil senyum ketus
ada air keras menimpa aktivis Hak Asasi
Air keras itu jelas nama dan wajahnya
Ada energi bejat yang membakar nalar waras pemiliknya
Laksana orang buta dalam gulita
yang tak tahu jalan berkelana
agar meraih sejuta rindu damba
Mereka mencari damai bahagia jiwa raga
namun keliru memilih cara dan sarana
Lalu terus merusak harkat martabat hak azasinya
3.
Ada tradisi seribu topeng
juga sosok kreasi dalam wayang
Banyak yang memang mahir menciptakan
Hanya segelintir yang jadi dalangnya
Namun…
zaman telah melahirkan dalang digital
bisa berkreasi ciptakan lakon kisah cerita
Tak peduli soal pakem dan makna hakiki
karena yang utama hanya kuasa dan harta
Apakah sekarang sedang Zaman Edan
Sehingga warisan luhur nilai sudah punah
Sehingga iman kepercayaan ditinggalkan
Sehingga lembaga adat dan agama dipermainkan
Sehingga nafsu gengsi ketamakan diagungkan
Sehingga segala cara dihalalkan demi kenikmatan
Ke manakah arah pilihan langkah kita?
Benarkan ini zaman “tabola balek” di negeri ini
4.
Sepertinya ini “Negeri Goro-goro”
Jutaan manusia waras jadi edan
karena memilih yang edan nalarnya
karena percaya yang buta nuraninya
karena mengandalkan yang gelap jiwanya
Untuk mengemban jabatan publik
dan memimpin perjuangan bangsa
demi meraih cita-cita Proklamasi NKRI
Maka…
hukum jadi tak punya wibawa
Korupsi dibanggakan dan membudaya
Sumber daya alam digadaikan dan dicaplok
Pengangguran dan kemiskinan bertambah
Segelintir anak bangsa telah jadi penjajah dan penjahat
Entah sampai kapan akan goro-goro
Ataukah ini memang Negara Goro-goro?

