Sering kali kita merasa lelah saat melayani, tapi sebenarnya di dalam pelayanan lah kita belajar tentang empati, kesabaran, dan syukur.
Sahabat…, ingatlah, bahwa keinginan untuk dilayani itu adalah sifat dasar kita sebagai manusia. Tapi keberanian untuk mau melayani adalah tanda seorang pribadi yang sudah matang dan kualitas pemimpin sejati. Pada akhirnya, bukan jabatan yang akan menentukan siapa diri kita, tapi ketulusan niat dalam setiap bantuan kecil yang kita berikan. “Kita ini hanya ‘pipa’ atau saluran.”
Percayalah, akan ada kelegaan yang luar biasa pada saat kita menyadari, bahwa kita ini hanyalah pipa atau saluran. Tugas kita hanya tetap terbuka dan mengalir; biar Tuhan yang mengisi airnya, dan Dia pula yang menentukan ke mana air itu akan mengalir dan memberi kehidupan. Itulah harga pelayanan kita. “No less no more.”
Berkah Dalem.
Jlitheng

