Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Oh Felix Culpa”
“Wahai Dosa yang Membahagiakan”
(Dosa yang Membawa Penebusan)
Kita Manusia sangat Gampang Menghakimi
Pada umumnya, kita manusia sangat mudah memberikan cap ‘jahat, salah, dan dosa’ kepada keadaan, situasi, atau pun suatu tindakan yang dianggap salah dan keliru.
Betapa gampang dan begitu mudahnya, manusia menemukan ‘genangan lumpur yang dicap sebagai sesuatu kotor, dina papa, dan berbau’ di balik suatu tindakan yang dipandangnya sebagai perbuatan yang salah dan keliru.
Mari Cermatilah Kisah Ini!
Suatu hari, saat melihat genangan lumpur di kota London, seseorang berkata, “Sungguh, itu tempat yang paling kotor dan sangat menjijikkan.”
“Tunggu, sahabatku,” sahut Ruskin, “sebetulnya keadaan itu tidak begitu menjijikkan seperti yang sahabat pikirkan!”
“Tahukah engkau, unsur-unsur apa yang ada di balik genangan lumpur yang dipandang kotor itu?”
Lalu ia segera memberikan sebuah analisis yang sangat ilmiah dan menakjubkan, di balik hal yang dipandang kotor itu!
- Di sana ada butir-butir pasir, jika dikristalkan sesuai hukum alam, maka akan menghasilkan butiran ‘pasir putih’.
- Bila pasir putih itu diproses secara alam, maka akan menghasilkan ‘batu opal’ yang tidak ada tandingannya.
- Di sana pun ada tanah liat. Bila butir tanah liat itu diproses secara alam, maka akan menghasilkan ‘batu nilam’ yang sangat cemerlang.
- Juga jelaga, bila jelaga itu dikristalkan, maka akan menghasilkan ‘batu berlian’ yang mahal.
- Masih satu lagi, air. Air yang kotor itu, bila didistilasikan sesuai hukum alam, maka akan menghasilkan ‘butiran tetesan embun nan indah’ di atas setangkai mawar merah.
“Jadi, di balik genangan lumpur salah dan dosa, jiwa manusia yang tersesat itu, tersembunyilah citra dari Sang Pencipta. Bukankah di balik sesuatu yang tercemar dan hina itu, Tuhan telah melakukan hal yang terbaik demi menghasilkan:
(1) ‘batu-batu opal,
(2) batu-batu nilam,
(3) butiran-butiran berlian,
(4) serta kemilauan tetesan embun nan indah memukau?
E. L. Moon
(1500 Cerita Bermakna)
Anda dan Saya pun adalah Genangan Air Berlumpur itu
Secara filosofis dan spiritual, adakah ‘suatu kemulian dan keagungan’ di balik sesuatu yang dipandang kotor, hina, serta berbau?
Dalam banyak tradisi hidup dan keagamaan diajarkan, bahwa “suatu kemuliaan dan keagungan” pun dapat muncul dari balik sesuatu yang dipandang kotor atau kesulitan itu.
(Post Nubila Lux).
Bukankah di balik suatu kesulitan dan masalah hidup itu justru tersembunyi kesempatan emas untuk suatu pertumbuhan serta transformasi?
Jadi, dapat ditegaskan, bahwa “ada-batu batu permata nan indah di balik lumpur kehidupan ini!”
Refleksi
“Oh, dosa yang membahagiakan,”
(Oh, Felix Culpa)
Dari kesalahan Adam, maka lahirlah konsep penebusan lewat Yesus Kristus.
“Errare Humanum est”
(Kekeliruan adalah sifat manusia)
Kediri, 22 Maret 2026

