Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Telah berhasil hidup kita, jika hal-hal yang kita inginkan itu hanyalah hal yang sungguh dibutuhkan.”
(Vermon Howard)
Kesederhanaan itu adalah…
Suatu gaya hidup yang menekankan pada kebutuhan dasar dan menghindari kemewahan berlebihan.
Selembar Tisu
Dikisahkan, ketika Imam Khomeini sedang rapat dengan petinggi negara Iran, beliau mengambil selembar tisu yang terdiri dari dua lapisan, dan kemudian memisahkannya. Lapisan pertama, ia gunakan untuk membasuh wajahnya, kemudian sisanya dilipat kembali.
Salah satu petinggi yang hadir mempersilakan sang Iman untuk menggunakann kedua lapisan tisu tersebut. Sang Imam justru memasukkan selapis tisu yang tersisa itu ke kotaknya, dan berkata, “Saya hanya butuh selapis.”
(Berguru pada Saru)
Secara filosofis, sosok pribadi yang sungguh sederhana adalah pribadi yang hidup hanya dengan apa yang telah ada padanya, tidak secara berlebihan, dan ia sangat menghargai hal-hal yang sederhana. Itulah model hidup yang sungguh mau menghindari gaya hidup berfoya-foya. Itulah sebentuk hidup berugahari!
Tokoh-tokoh Agung yang Mempraktikkan Sikap Kesederhanaan Sejati
- Filsuf Socrates: ia dengan sikap tegas, mau menolak semua bentuk kemewahan dalam hidupnya. Ia sangat menjunjung tinggi hidup berugahari.
- Mahatma Gaddhi: ia sangat menekankan, agar manusia hidup sederhana dan mau berlajar untuk bersikap mandiri. Hasilkan sesuatu demi memenuhi kebutuhan hidup ini.
- Sang Buddha: si pendiri agama Buddha ini berani meninggalkan semua bentuk kemewahan hidup. Ia rela meninggalkan kemewahan istana demi mencapai suatu pencerahan hidup yang sesungguhnya.
Amanat Agung yang Terselubung di Balik Sikap Ugahari Mereka
Bagi ketiga figur nan agung ini, sikap ugahari adalah “kesederhanaan hidup ini justru dapat membawa manusia kepada kedamaian sejati dan kebebasan dari ketergantungan pada hal-hal material!”
Inilah sebentuk sikap pencerahan yang sempurna!
Refleksi
“Wahai, manusia, apakah yang engkau cari di atas bumi maya ini?”
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, tetapi kumpulkanlah bagimu harta di Surga.”
(Matius 6: 19-20)
“Kebahagiaan ada di dalam hati, bukan di luar. Jadi, kebahagiaan tidak bergantung pada apa yang kita miliki, tapi pada siapa kita ini”
(Henry Van Dyke).
Kediri, 20 Maret 2026

