“Ketika hidup terasa membingungkan, sering kali justru di situlah rencana Allah dimulai.
Tuhan, ajari kami percaya seperti Yusuf.”
Ya, Allah yang Maharahim, puji dan syukur atas karunia-Mu, karena Engkau buka hati kami untuk merenungkan ketenangan hati Santo Yusuf. Ia bukan orang yang banyak bicara, melainkan seorang yang sungguh percaya kepada-Mu.
Ketika Yusuf mengetahui, bahwa Maria mengandung, hatinya pasti bingung dan sedih. Rencana hidup yang ia bayangkan seakan runtuh. Tapi reaksinya bukan marah atau menuduh. Ia memilih diam dan membawa pergumulannya kepada-Mu.
Di dalam keheningan itu, Engkau berbicara.
Melalui Malaikat dalam mimpi, Engkau menunjukkan, bahwa anak yang dikandung Maria adalah Yesus Kristus, Sang Penyelamat dunia. Yusuf tidak memahami semuanya, tapi ia percaya. Ia sedia meninggalkan rencananya sendiri dan berani mengikuti rencana-Mu.
Bapa, sering kali kami juga mengalami hal yang sama: rencana yang ‘terpaksa’ berubah…, harapan tertunda, dan hati yang dipenuhi pertanyaan…
Ajari kami untuk tidak dikuasai oleh ketakutan. Berikan kami hati yang jujur di hadapan-Mu, seperti Yusuf yang membawa kebingungannya kepada-Mu. Berikan kami keberanian untuk tetap terbuka terhadap kehendak-Mu.
Seperti Abraham yang percaya pada janji-Mu, dan Yusuf yang mendengarkan suara-Mu, bentuklah hati kami agar peka mendengar firman-Mu setiap hari, dan beranikan kami untuk melakukannya. Pimpinlah langkah kami, Bapa.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

