Ketika mengakui, bahwa kita tidak melihat, di situlah cahaya kebenaran mulai terbuka.
Buta mata itu hanyalah kehilangan penglihatan, namun membabi-buta dan cinta buta adalah kehilangan kesadaran. Mereka yang matanya terbuka namun nalarnya tertutup itu tidak hanya melangkah tanpa arah, tapi juga menciptakan kegelapan bagi orang-orang di sekitarnya.
“Ya, Tuhan, bersihkanlah selaput kesombongan dari mataku. Karuniakanlah kerendahan hati agar aku bisa melihat dengan jiwa, sehingga kehadiranku membawa damai, bukan penderitaan bagi sesama.”
Berkah Dalem.
Jlitheng

