“Kasih adalah inti dari semua perintah Tuhan. Tapi apakah kasih itu jadi pusat hidupku?”
Allah yang Maharahim, kami datang kepada-Mu dengan hati yang sering terasa terbagi-bagi. Banyak hal menuntut perhatian, banyak aturan dan kewajiban dalam hidup.
Dalam Injil, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus: dari semua perintah, manakah yang paling utama?
Yesus langsung membawa pertanyaan itu ke inti terdalamnya.
Ia mengingatkan terlebih dahulu siapa Engkau, yang adalah “Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.”
Sebelum berbicara tentang perintah, Yesus mengingatkan tentang relasi. “Engkaulah Allah kami, dan kami milik-Mu.”
Yesus menjawab: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu.”
Namun Ia tidak berhenti di sana.
Yesus menambahkan satu lagi: “Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.”
Bapa, sering kali kami mengikuti Engkau hanya, karena kewajiban atau kebiasaan. Tapi Yesus menunjukkan, bahwa seluruh hukum Taurat berakar pada kasih.
Ketika kami mengasihi Engkau, hati kami mulai melihat orang lain dengan cara yang baru. Kami mulai menyadari, bahwa setiap manusia membawa gambar-Mu; bahkan mereka yang sulit kami kasihi.
Seperti yang Engkau janjikan melalui Nabi Hosea, Engkau menyembuhkan hati kami yang sering menyimpang dan memulihkan kami dalam kasih-Mu.
Curahkan Roh Kudus-Mu, Bapa.
Perbaruilah hati kami agar setiap tindakan kami lahir dari kasih.
“Yesus, jadikan kasih itu sebagai pusat hidupku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

