“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat 5: 17).
Yesus berkata, bahwa Dia datang bukan untuk menghapus atau menghilangkan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. Artinya, Yesus tidak meniadakan perintah Allah, melainkan menunjukkan makna terdalamnya. Hukum Allah bukan hanya aturan, melainkan jalan hidup yang membawa kita pada kasih dan kebenaran.
Dalam hidup sehari-hari, kita sering melihat hukum atau aturan sebagai batasan yang menyusahkan. Tapi Yesus mengajarkan, bahwa ketaatan sejati itu lahir dari kasih, bukan dari rasa terpaksa. Ketika kita jujur, menepati janji, mengampuni, dan berbuat baik tanpa pamrih, kita sebenarnya sedang menggenapi hukum kasih itu sendiri. Melalui cara hidup seperti inilah kita jadi saksi, bahwa hukum Tuhan bukan beban, melainkan pedoman menuju hidup yang damai.
Marilah kita belajar melihat setiap ajaran Yesus sebagai undangan untuk mengasihi lebih dalam, tidak hanya mematuhi aturan, tapi juga menghidupi kasih yang membebaskan.
…
Fr. Remigius dari Salib, CSE
Rabu, 11 Maret 2026
Ul 4: 1.5-9 Mzm 147: 12-13.15-16.19-20; Mat 5: 17-19
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

