“Semakin kita menyadari betapa besar Allah telah mengampuni kita, semakin hati kita belajar mengampuni.”
Allah yang Maharahim, Petrus pernah bertanya kepada Yesus Putera-Mu, “Sampai berapa kali ia harus mengampuni saudaranya yang bersalah?” Tujuh kali itu rasanya sudah sangat murah hati. Tapi Yesus menjawab, “Bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali.” Dengan itu Yesus menunjukkan betapa luasnya kerahiman Allah, kerahiman yang tidak pernah habis.
Ya, Bapa, ketika mendengar perumpamaan ini kami sadar, bahwa kami sering seperti hamba yang berhutang sangat besar itu.
Setiap kali kami datang kepada-Mu, terutama dalam pengakuan dosa, kami seperti berkata,
“Tuhan, sabarlah terhadap aku. Kami tahu kelemahan kami, yang sering jatuh pada kesalahan yang sama. Namun Engkau tidak pernah lelah mengampuni kami.
Melalui Yesus, Engkau memperlihatkan wajah belas kasih-Mu. Bahkan di kayu salib, Ia berdoa:
“Bapa, ampunilah mereka.” Di tengah penderitaan pun hati-Nya tetap penuh pengampunan.
Ajarlah kami memiliki hati seperti itu. Ketika disakiti, kami mudah menuntut keadilan. Tapi ingatkanlah kami akan begitu banyaknya pengampunan yang telah kami terima dari-Mu. Tolonglah kami mengampuni bukan hanya dengan kata-kata, melainkan sungguh dari hati.
Kami mempersembahkan hidup kami kepada-Mu dengan percaya, bahwa siapa yang berharap kepada-Mu tidak akan dipermalukan.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

