Red-Joss.com | Tidak satu pun kita yang tanpa cela. Kekurangan tetap ada agar tetap berjaga di jalan lurus.
Siapa pun kita, hanyalah manusia biasa, banyak salah dan sering lupa. Lupa akan hal-hal yang telah Tuhan berikan kepada kita. Lupa, bahwa di setiap kekurangan yang kita miliki telah diselipkan kelebihan yang hakiki oleh-Nya. Kita sering terjebak membedakan diri kita sendiri dengan orang lain. Iri dan dengki menutup nurani sepanjang hari.
Sejatinya Sang Pencipta telah menciptakan sebaik-baiknya makhluk hidup. Kita diberi akal untuk berpikir dengan cemerlang. Diberi kekurangan agar tak terlena dengan kehidupan. Kita diberi kelebihan untuk menutupi kekurangan. Semua itu akan saling mengiringi dengan sendirinya. โBiarkan kekurangan tetap ada, agar kelebihan mampu memperbaikinya.โ
Tetaplah berjalan, walaupun disertai kekurangan dan jangan biarkan kelebihan menjerumuskan dalam kesesatan.
Sekian ribu tahun yang lalu, kesadaran itu sudah tumbuh dalam diri seorang pemikir hebat seperti Paulus. Dia mengingatkan sahabatnya di Korintus untuk tidak terlena dalam kelebihan diri. Hidup harus seimbang:
“Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.”
Tetap teguh berbagi terang.
…
Jlitheng

