Bila kita disakiti atau dilukai, maka hanya ada dua pilihan, yakni: mengampuni atau membalas dendam. Pilihan mengampuni akan membebaskan dan mendamaikan hati, sementara pilihan membalas dendam hanya mendatangkan kepuasan sesaat, namun membuat hidup ini tidak tenang sepanjang hayat.
Walaupun pengampuni itu sulit untuk dilakukan, tapi Yesus tetap percaya, bahwa kita mampu dan rela mengampuni mereka yang melukai kita. Sabda-Nya kepada Petrus, juga ditujukan kepada kita: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Mat. 18: 22).
Kita diyakinkan, bahwa:
- 1) Mengampuni itu memang sulit, tapi Tuhan masih percaya, bahwa Anda mampu melakukannya;
- 2) Mengampuni akan membebaskan engkau dari ikatan balas dendam dan melepaskan yang menyakiti dari rasa bersalah;
- 3) Mengampuni adalah produk kasih karunia, tapi balas dendam adalah hasil dari dosa.
Akhirnya ingatlah, bahwa hanya sesaat ketika engkau mampu dan rela mengampuni, maka saat itulah Anda terlihat menyerupai Allah.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

