1.
Wajah langit merah terbakar
asap hitam putih berkobar
Debu tanah terbang berkobar
Senjata beradu saling menghajar
Entah untuk apa dan siapa
Entah sampai kapan menyala
Kobar api tertawa berpesta pora
sayap-sayapnya terbang menjelajahi jagat raya
panasnya membakar jiwa raga dan harta benda
manusia sederhana galau tak berdaya
Inikah saatnya zaman edan kreasi penguasa?
2.
Sayap-sayap api merobek angkasa
parade beraneka model teknologi senjata
hasil kreasi dan inovasi manusia
Api hasrat nalar sudah menjelma
jadi api gengsi selera dan kuasa
Ratusan juta tanya manusia sederhana
hanya dengan air mata dan doa
Apakah perang melahirkan damai
Benarkah senjata hasilkan kebahagian sejati
Apakah ini juga kehendak Misteri Ilahi?
3.
Sayap-sayap api membara
Angkasa terus dibakar menyala
oleh perlombaan aneka senjata
Di darat dan di laut aneka kisah cerita
panorama saling membunuh perebutkan kuasa
Tak peduli jeritan tangis para korban
Tak didengar seruan galau ketakutan
Tak dihiraukan himbauan untuk perdamaian
Rupanya berbeda prinsip dan kepentingan
antara para pebisnis dan rakyat jelata
antara para penguasa dan keselamatan warga
4.
Jutaan sayap-sayap api berkobar
seperti sosok kuda api berpijar
mengejar bulan merah bersinar
Perang api sedang berkecamuk
Para serdadu gagah mengamuk
Para pemimpinnya sibuk membuat keputusan
sedangkan ratusan juta manusia ketakutan
Api itu datangnya dari diri pribadi
Bara dan nyalanya adalah kreasi insani
gengsi berkreasi dan nafsu berinovasi
Entahkah doa selalu dikalahkan dasyatnya nafsu selera
Entah apa nanti jawaban Sang Pencipta
Ataukah semua tanya tanpa ada jawabannya?

