“Di tengah ketidaklayakan, kami bersandar pada kuasa-Mu.” Kami sadar, bahwa tidak pantas di hadapan-Mu. Cukuplah kami datang apa adanya, dengan segala retak dan lelah.
Satu kata dari sabda Allah adalah penawar yang lebih ampuh dari obat manapun bagi jiwa yang dahaga. Saat ini, ketika kita menjalani puasa berdampingan, ada harmoni suci yang tercipta; simfoni doa yang membubung ke langit yang sama.
Mari kita jalani hari ini dengan satu sikap batin: “Jadilah kehendak-Mu!”
Biarlah kehendak Allah yang menuntun langkah kita, menyembuhkan luka, dan mempererat kasih sayang di antara kita.
Salam berproses bagi setiap jiwa yang rindu sujud pada-Nya.
Berkah Dalem.
Jlitheng

