”Ketika seseorang sudah memiliki keinginan yang besar (nafsu) untuk mendapatkan sesuatu, maka cara jahat, tidak bermoral, dan tak beretika pun digunakan untuk menggapainya, apa pun penilaian dan kritik yang diterimanya itu tak digubris dan dianggap angin lalu.”
Para penggarap kebun anggur dalam kisah Injil betul-betul tidak tahu diri dan tak beradab. Mereka sudah diberi pekerjaan, tapi masih berkeinginan jahat untuk menguasai kebun anggur milik sang Tuan, sehingga anak, sang ahli waris pun dihabisi nyawanya demi menggapai ambisi mereka. Dikisahkan: “Ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, agar warisannya jadi milik kita” (Mat. 21: 38).
Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:
- 1) Tetap memegang prinsip moral: “Tujuan baik tidak boleh menghalalkan segala cara.”
- 2) Menggunakan cara jahat dan tidak adil untuk menggapai tujuan tidak hanya merugikan sesama, melainkan juga membuat batinmu tidak tenang, kecuali hati nuranimu sudah tumpul bahkan mati;
- 3) Anda lebih bermartabat, bila berjuang secara adil untuk menggapai sukses daripada melalui jalan pintas yang tidak bermoral dan tak beretika.
Ingatlah, bahwa tarian kemenanganmu di atas penderitaan sesama akan berhenti suatu waktu, walaupun musik kehidupan masih terus didendangkan.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

