Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Dua Buah Potensi yang paling Dasyat, yakni : Alam dan Manusia.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Membangunkan Singa-singa Tidur
Tidak dapat disangkal, bahwa kedahsyatan sebagai sebuah kekuatan potensial berupa bahan baku yang terdapat di dalam alam semesta dan manusia, memang sungguh dasyat dan melimpah. Semua potensi dasyat itu, ibaratnya ‘singa-singa yang sedang tertidur pulas’ dan untuk itu, maka mereka perlu segera dibangunkan.’
Bahan-bahan Baku di dalam Alam dan Diri Manusia
Kebijaksanaan Allah di dalam menciptakan, seolah-olah telah membiarkan sejumlah bahan mentah yang terdapat di dalam alam dan diri manusia untuk ditinggalkan-Nya.
Secara alam fisikal, sadarkah kita, bahwa Tuhan Allah seolah telah membiarkan “bahan mentah,” semisal:
(1) Minyak bumi di balik lapisan karang
(2) Alumunium di balik tanah liat
(3) Kertas dalam bubuk kayu, serta (4) Listrik di dalam awan?
(5) Hutan di rimba raya
(6) Pegunungan nan sejuk
(7) Terusan dan terowongan yang belum sempat digali dan dibor.
(8) Sawah dan ladang yang belum dibajak dan diari. Selain itu, di bidang seni:
(9) Ada musik nan merdu serta puisi nan indah bermakna, yang belum digubah; sandiwara yang belum sempat dipentaskan.
Ya, sungguh, Allah seolah-olah telah membiarkan semua potensi manusia itu untuk tertidur nyenyak.
Di sisi yang lain, Allah seolah-olah telah membiarkan aneka potensi sebagai “bahan mentah,” di dalam diri manusia: semisal, (1) pikiran dan tabiat manusia, (2) aneka bakat yang masih terpendam di alam bawah sadar manusia.
Gems of Thought
(1500 Cerita Bermakna)
Modal Intelektual (SDM) berupa Kompetensi Inti alias Soft Skill dalam Diri Manusia
Anda dan saya, kita semua sebagai manusia, diciptakan sesuai dengan citra Tuhan. Kita dilahirkan sebagai ciptaan yang paling istimewa, bahkan sebagai mahkota dari semua ciptaan. Akal dan budi sempurna kita adalah pratanda, sebagai keistimewaan manusia.
- Kreativitas: manusia memiliki potensi untuk bersikap kreatif, mampu menciptakan sesuatu yang baru dan inovasi.
- Imajinasi: manusia memiliki potensi untuk mengimajinasikan sesuatu yang memang belum ada.
- Kecerdasan Emosi (EQ): manusia memiliki potensi untuk mengelola emosinya secara arif, agar dia sanggup memahami sesamanya.
- Kemampuan Belajar: manusia memiliki potensi untuk menyerap dan mengolah aneka informasi baru. Ia tidak menelannya secara mentah-mentah.
- Ketekunan: manusia memiliki potensi untuk bertekun dan terus berusaha untuk mengembangkan sesuatu.
Refleksi
Di atas semua dan segalanya itu, masih terdapat sebuah potensi yang paling vital, ialah “Kesadaran Diri dan Kemauan untuk Mengembangkan Potensi!”
- Manusia sejati perlu memiliki kesadaran filosofis: “Who am I?” Artinya sang manusia itu selalu memperpertanyakan eksistensi dirinya!
- Secara rohani: Manusia memiliki kesadaran spiritual, sebagai sebentuk kesadaran tertinggi. Itulah kesadaran transeden!
“Nosce te Ipsum”
(Kenalilah Dirimu)
Kediri, 6 Maret 2026

