“Jika antara Surga dan Neraka ada jurang dan, jika Surga dan dunia adalah dua tepian yang berbeda, maka hidup di dunia ini adalah kesempatan untuk membangun jembatan kebaikan, sehingga suatu waktu kelak Anda akan berjalan di atas jembatan itu untuk mencapai Surga di tepian sana.”
Dalam kisah si kaya dan Lazarus, Abraham menjawab si kaya, bahwa di antara mereka ada jurang, sehingga mereka tidak bisa saling mendatangi. Itulah situasi yang akan kita alami setelah pengadilan Ilahi.
Pertanyaan yang bisa kita ajukan adalah, “Bagaimana agar seseorang bisa beralih dari dunia ini ke Surga demi menghindari Neraka?”
- 1). Yakinlah, bahwa Allah itu adalah Bapa Yang Maha Penyanyang. Ia tidak ingin kita binasa melainkan akan hidup bersama-Nya dalam keabadian;
- 2). Usaha dan perjuangan untuk nantinya mendapatkan Surga dan menghindari Neraka itu tidak bisa dilakukan setelah kehidupan di dunia ini. Bila hidup masih terberi kepadamu, berjuanglah untuk membangun jembatan ke Surga;
- 3). Jembatan itu hanya bisa terbuat dari perbuatan baik. Setiap kebaikan yang Anda lakukan akan jadi bahan material bagi jembatan yang Anda bangun untuk mencapai Surga.
Akhirnya ingatlah, bila kematian menjemput, maka yang akan terjadi padamu adalah pengadilan. Sesaat ketika Anda masih hidup, berjuanglah untuk berbuat baik sebagai jaminan untuk jadi penghuni Surga.
Monsignor RD Inno Ngutra, Pr

