1.
Pena Cinta – Tinta Kasih
Angin berbisik setiap hari
dalam desah nafas tanpa berhenti
bahkan sering mencubit kesadaran diri
“Ambilah penamu di meja pikiranmu
dan tulislah kata-katamu”
Debu tanah selalu mengajarkan
tak peduli saat terang atau dalam kegelapan
Bahkan saat aku ketiduran
“Ambilah tinta dalam hati sanubarimu
Lukislah kalimat atau sosok pribadimu”
Aku coba bertanya pada angin
‘Apa itu pena di pikiran’
Aku terus menagih pada debu tanah
‘Apa itu tinta di hati sanubari’
Akhirnya kudapatkan jawabannya
“Pena cinta dan tinta kasih sayang”
2.
Terus Ada dan Terjadi
Ada mentari bersinar terang
Ada bulan bercahaya cemerlang
Ada bintang bersorak riang
Angkasa punya kisah cerita hening
Melodi Alam
Lagu jagat
Syair semesta
Pujian kehidupan
Adakah waktu pribadi untuk memperhatikan?
Samudra seperti sebuah orkestra
dalam ombak gelombang dan segala isinya
Hutan belantara dan margasatwa
laksana sebuah paduan suara
Ada sejuta keindahan penuh makna
Karya agung Sang Maha Pencipta
Sempatkah diriku menyadarinya?
Wow…
Begitu indah
bagi telinga yang mendengar
Begitu mempesona
bagi mata yang melihat
Begitu menggembirakan
bagi rasa yang peduli
Sedemikian agung
bagi pikiran yang menyadari
Sedemikian mulia
bagi hati yang mau berterima kasih
Sungguh mulia
Bagi jiwa yang mampu bersyukur

