Standar kualitas untuk ‘mendaki’ itu dilalui dengan ketekunan lahir batin. Untuk menapaki standar hidup itu dibutuhkan langkah nyata yang sering melelahkan.
- 1. Untuk sampai pada momen ‘transfigurasi’, mereka harus tekun mendaki bersama Guru di saat murid-murid yang lain mungkin sedang istirahat di bawah. Jadi murid yang sejati, alias non ‘kaleng-kaleng’ itu diperlukan langkah nyata yang sering kali melelahkan.
- 2. Para murid awalnya berat, karena mengantuk, tapi mereka berjuang untuk tetap bangun. Ketekunan lawan kelemahan daging itu adalah standar kualitas orang kudus.
- 3. Ketekunan sejati terlihat saat mereka bersedia turun kembali ke dunia yang penuh penderitaan, setelah melihat ‘Surga’ di puncak. Kekudusan ity tidak egois; ia memberi kekuatan untuk kembali melayani.
Jiwa transfiguratif dengan 3 karakter murid, yakni ‘rendah hati, tulus dan tekun’ layak kita jalani di masa puasa ini.
Berkah Dalem.
Jlitheng

