1.
Kobar Nafsu Kuda Gila
Tahun kuda api menyala
Langit dibakar para kuda
dengan parade nafsu kuasa
Kota-kota dilahap bara senjata
korban harta dan jiwa raga
Ada segerombolan para penguasa
Saling tunjukkan kuasa dengan senjata
Perang kembali kobar membara
ratusan juta manusia diam tak berdaya
Para kuda api jadi gila
karena raganya memang manusia
Tetapi…
pikiran, nurani dan jiwanya buta
Kebenaran hanya sesuai kuasanya
Sedangkan
harkat jiwa raga sesama
tak hadir dalam keputusannya
Entah apa yang sedang dikejar mereka
Apakah hanya kata dan angka?
2.
Menghitung Angka
Ada angka manusia kaya
jumlahnya hanya sekelumit
Ada angka manusia berkuasa
juga jumlahnya hanya sedikit
Tetapi…
manusia miskin dan lara menderita
jumlahnya terus bertambah banyak
Jutaan korban perang terus galau terlunta-lunta
Mengapa tak berdaya di hadapan yang kaya dan berkuasa?
Jumlah angka pewaris adat budaya
tersebar di seluruh pelosok dunia
Jumlah pemeluk keyakinan dan agama
juga di mana-mana
Bahkan jumlahnya bertambah angka
Apakah angka ritual do’anya sangat kecil
Ataukah energi spiritualnya memang tak berdaya
sehingga tak mencerahkan pebisnis tamak dan penguasa gila?
3.
Sepotong Doa Tanya
Ya, Sang Ilahi
Laskar kuda api itu kobar membara
Membakar damai manusia sejagat
Merusak semesta alam sejagat
Adakah mata-Mu Maha Melihat
Adakah telinga-Mu Maha Mendengar
Karena mereka masih menghirup udara
Karena kakinya menginjak debu tanah
Karena terbang masih di angkasa
Apakah mereka bukan ciptaan-Mu?
Ya, Sang Ilahi
Jika dihitung jumlah angkanya
kuda api ganas itu segelintir
Jika dibanding manusia sederhana milyar
Apakah yang terbanyak bukan ciptaan-Mu
Apakah kuasa harta senjata lebih hebat energinya
Ataukah memang semuanya ini hanya sandiwara
Engkau Maha Misteri dan Maha Tanya?

