Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Aku mencari jiwaku, tapi tak kutemukan. Aku mencari Tuhan, tapi Ia menghindar dariku. Ketika aku mencari sesamaku, aku malah
menemukan ketiga-tiganya.”
(Abou Ben Adhem)
Kisah Letak dan Keberadaan Surga
Ada sebuah kisah yang sangat unik dan sungguh interisan, hal “keberadaan Surga,” berdasarkan kisah dari Ghana, Afrika.
Pada mulanya, diyakini, bahwa keberadaan atau lokasi Surga, justru sangat dekat dengan Bumi. Hal ini terbukti, tatkala seorang Ibu menumbuk padi, bahkan ujung galanya (alunya), dapat menyentuh dasar Surga.
Apa yang terjadi? Allah justru merasa tidak senang dan hal itu dianggap-Nya sebagai gangguan yang tidak menyamankan hati-Nya. Allah mengeluh kepada wanita hebat itu yang justru tidak mengacuhkan keluhan itu.
Akhirnya, Allah marah dan berkata, “Karena engkau, manusia tidak sanggup menghargai kedekatan-Ku, Aku akan naik sedemikian tinggi lagi, sehingga tak seorang pun di antara kamu yang akan sampai kepada-Ku.”
Menurut penjelasan dari orang Ghana, Afrika lewat kisah interisan ini, maka kini, manusia selalu berusaha untuk mencapai Surga, namun Surga itu justru terasa kian jauh.
Mengapa terjadi demikian? Atau mungkin, karena manusia justru telah mencarinya di tempat yang salah?
Dari Selembar Kliping (Surat Kabar) di Jerman
(1500 Cerita Bermakna)
Di Manakah Lokasi Surga?
- Secara filosofis, dalam tradisi agama-agama dikatakan, bahwa “Surga itu tempat spiritual dan bukan sebagai sebuah lokasi fisik.”
- Namun berdasarkan pandangan teologi Kristiani, bahwa “Surga itu adalah tempat kehadiran Allah, tempat jiwa orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus berada. Inilah sebuah eksistensi spiritual yang bersifat kekal dan bukan sebagai sebuah lokasi fisik.”
Refleksi
Mari kita merefleksikannya lebih jauh dan mendalam berdasarkan ajaran Kitab Suci (Al Kitab), bahwa “Kerajaan Surga, justru berada di dalam hati manusia.”
Surga itu, tempat Allah bertakhta (Wahyu 4: 2).
Surga itu, Tempat Yesus Kristus berada di sebelah kanan Allah
(Kolose 3: 1).
Kediri, 4 Februari 2026

