1.
PIETA: Misteri Dolorosa
Perempuan…
Dalam diammu
engkau kandung sejuta kata
dengan ketaatan seluas samudra
Dalam lara deritamu
engkau pantai pasir yang setia menerima ombak gelombang kisah manusia
Rencana Pencipta dan kreasi manusia
Inkarnasi misteri dan damba insani
Dinamika jawaban dan tanya
sebagai nyanyian abadi semesta
Pemuda…
dalam sunyi jasadmu bersabda
tanpa suara tetapi jutaan kata
tanpa nada namun gemanya menggetarkan alam raya
Misteri cinta Sang Maha Pencipta
yang membasuh jiwa raga manusia
agar bercahaya menyinari dunia
sehingga bumi menjelma seperti Surga
Kisah ceritamu perempuan terus misteri
karena fakta keterbatasan pikiran insani
Sengsara, wafat dan bangkit-Mu Pemuda
penuh makna kuasa rahasia
sehingga tidak semua bisa dicerna
Jika hanya dengan akal dan selera
Apalagi cuma sebatas bahasa manusia
Wahai Perempuan dan Pemuda
Kisahmu jadi samudera dan angkasa
Ceritamu jadi sejarah dan tanya
Revolusimu jadi misteri dan fakta
Jalanmu jadi keabadian cinta sempurna
Karyamu jadi jawaban jiwa raga manusia
Aku ini apa dan siapa?
2.
Via Dolorosa: Jalan Kesengsaraan Salib
Wajah dilumuri debu tanah
Tanda peringatan asal usul manusia
Puasa menuntun langkah kelana makna
Aku ini siapa
Aku ini untuk apa
Aku berasal dari mana
Aku mau menuju ke mana
Bagaimana hidup diberi makna
Tak mungkin hanya bertanya
Apalagi menagih dari sesama
Sebuah jalan sengsara
memikul salib jiwa raga
dan harus memilih melangkah ke mana
Tak ada yang bisa membantah
bahwa asal usul dari debu tanah
bahwa hidup tergantung mutlak pada debu tanah
bahwa mati pun kembali ke debu tanah
Aku harus memikul salib jiwa raga
di tengah sesama dan dunia nyata
Puasa menggugat pilihan pribadi
menilai kemarin dan menata esok nanti
Menjawab pada diri pribadi sendiri
Aku mau jadi apa dan siapa saat ini
Aku harus memilih dan memutuskan
Aku harus jatuh bangun
Aku harus melangkah meraih tujuan

