Calon Mantu – 14 | Oleh Mas Redjo
Profesionalisme. Sifat itu saya tanamkan pada anak-anak sejak dini, supaya mereka bertumbuh jadi pribadi yang inovatif, terampil, mandiri, dan bertanggung jawab. Saya menyadari, bahwa tantangan globalisasi menuntut kesiapan dalam berbagai bidang. Dalam bekerja kita tidak boleh setengah hati, tapi harus serius, fokus, dan totalitas.
Untuk mental bersaing, saya tidak menerapkan target agar anak-anak jadi berprestasi dan hebat. Saya tidak ingin membebani mereka dengan predikat juara. Saya hanya memotivasi mereka melakukan yang terbaik dalam berjuang dan fokus untuk mencapai tujuan.
Kini, dengan dibantu Bagas, pekerjaan saya jadi makin ringan. Saya berani meninggalkan Bagas untuk mengambil alih pekerjaan kantor. Bahkan tidak ada keraguan untuk melepas Bagas, karena ia cepat belajar dalam mengantisipasi dan memutuskan persoalan.
“Gas, tolong telepon Wen. Order Mieโฆ. kok belum selesai. Padahal sudah 2 minggu,” kata saya lalu memeriksa orderan pelanggan. Selama ini saya menyerahkan pada Bagas untuk menangani pekerjaan yang berkaitan dengan Wen.
“Belum. Minggu depan. Nggak bisa cepat, karena bahan lagi sulit dan pabrik Wen padatโฆ,” kilah Bagas lalu meletakkan telepon.
Didesak rasa penasaran dan ingin kejelasan, saya lalu menelepon Wen.
Selanjutnya baca di Calon Mantu – 14 | Sikap Wen Berubah, Karena Pacar?

