Red-Joss.com | Apa yang terlintas dalam pikiran kita, ketika diundang ke suatu pesta?
Wow, asyik, keren, dahsyat, dan banyak tanggapan positif lainnya.
Sesungguhnya, ketika diudang ke pesta, apa pun pestanya itu suatu
kehormatan, karena kita dihargai. Baik itu pesta perkawinan, ulang tahun, khitanan, dan sebagainya. Karena diundang, kita tentunya juga tidak ingin mengecewakan orang yang mengundang.
Ketika diundang ke suatu pesta, sesungguhnya kita diajak untuk merayakan, bersyukur, dan merasakan kebahagiaan bersama si empunya pesta.
Ketika menghadiri pesta perpisahan sekolah, kita ingin meninggalkan kesan yang baik dan menjaga nama baik almamater.
Ketika menghadiri pesta kelahiran anak, kita diajak bersyukur, berbahagia, dan berdoa agar kelak anak itu jadi kebanggaan orangtua.
Begitu pula, ketika menghadiri pesta perkawinan, khitanan, ulang tahun, atau pesta syukuran yang lain. Kita diundang, karena kita dihormati dan dihargai. Dengan hadir, kita ingin melengkapi kebahagiaan tuan rumah.
Selain undangan dari sesama, sesungguhnya kita juga memperoleh panggilan hati agar dekat dengan Allah.
Undangan dari sesama, kita diajak bersosialisasi untuk membangun persaudaraan yang akrab dan baik. Sedang panggilan hati dari Allah, karena kita ciptaan-Nya agar makin dekat dengan Sang Pencipta.
Kenyataannya, ketika diundang sesama, kita merasa sungkan, jika tidak hadir. Sebaliknya, panggilan hati untuk sembayang dan sujud kepada Allah, kita sering menunda-nunda, bermalas-malasan, dan menolak dengan sejuta alasan.
Di hadapan sesama, kita sering membanggakan diri agar dipuji dan dihormati. Tapi kita menghadap Allah, ketika ada masalah, konflik, kegagalan, atau beban hidup yang menghimpit.
Semoga pengalaman iman itu membuat kita sadar diri, bahwa sebesar apa pun masalah kita, ada Allah Yang Mahabesar yang setia dan mengasihi kita.
Buka hati, datang, dan sembah sujudlah kepada Allah, karena kita adalah ciptaan-Nya yang sangat berharga!
…
Masย Redjo

