1.
Kemiskinan…
Apa dan siapakah engkau
Di mana pun beradanya engkau
Aku sekarang bertanya padamu
karena sering kudengar cerita tentangmu
bahkan aku pun disebut anak cucumu
bahkan kampung halamanku dicap wilayahmu
bahkan suku bangsaku dikatakan generasimu
Tunjukkan dirimu kemiskinan
Apa dan siapakah engkau
Benarkah engkau makhluk misterius serta sosok ganas pengisap darah dan sang pencabut nyawa?
2.
Hai kemiskinan…
Dari mulut para pejabat engkau disebut
entah di panggung politik atau saat sidang program
entah saat rapat anggaran pembangunan atau kunjungan jabatan ke kampung dan dusun
Dari para akademisi sering terdengar namamu
ada kajian ilmiah dan studi kasus
ada deretan data dipaparkan
ada ukuran dan ragam kriteria kemiskinan
Dan di zaman digital milenial ini
berita tentang engkau kemiskinan terus tumpah ruah di sosial media
Siapakah pencipta dan pemilikmu?
3.
Wahai kemiskinan
Apakah engkau kata-kata bahasa
Ataukah engkau hanya rumusan ‘tipu-tipu’
dari para pemilik kekuasaan dan ilmuwan
Benarkah engkau binatang misterius pemakan korban jutaan orang kecil sederhana?
Rakyat kecil selalu disematkan cap kemiskinan
Sambil jumlahnya jadi angka perhitungan anggaran pembangunan
Tetapi, uangnya justru dikorupsi para pejabat
Lalu harta milik warisan leluhur rakyat juga dirampas dan dikuras?
4.
Hai kemiskinan…
Apakah engkau baju hinaan dan rantai penindasan
bagi rakyat jelata dan masyarakat sederhana
Karena makanan mereka berbeda dengan orang kaya
Karena pendidikan dan ilmunya berbeda dengan pejabat dan kaum akademis
Karena tempat tinggalnya bukan istana megah yang berpagar tembok beton dan besi baja
Karena harta dan uang mereka tak sebanding para pejabat dan kaum konglomerat
Apakah demikian sosok wajahmu kemiskinan?
5.
Wahai kemiskinan
aku ingin menggugatmu sekarang
Engkau kemiskinan adalah kata bahasa penindasan dan candu harkat martabat
Engkau kemiskinan adalah proklamasi kejahatan penguasaan dan orang pintar
untuk menjajah rakyat kecil
demi menguras harkat martabatnya
Engkau kemiskinan adalah raksasa drakula pengisap darah masyarkat sederhana
yang dipelihara pebisnis tamak dan pemilik senjata
demi menguras sumber daya alam
Enyahlah engkau iblis kemiskinan dan para penciptanya

