“Prapaska bukan hanya berpuasa dari makanan, melainkan juga belajar, di meja siapa kita duduk makan bersama.”
Di tengah perjalanan Prapaskah ini, Injil menyingkapkan hati Yesus. Ia melihat Lewi duduk di meja cukainya; terikat oleh masa lalu, dipandang hina oleh banyak orang. Orang melihatnya sebagai pengkhianat. Tapi Yesus melihat seorang yang masih bisa bangkit.
“Ikutlah Aku.”
Rahmat datang lebih dulu. Bukan karena Lewi pantas dan ia sudah berubah. Melainkan karena Allah Maharahim yang memanggil.
Injil mengatakan: ia ‘bangkit’. Kata yang sama dipakai juga untuk ‘kebangkitan’. Mengikuti Kristus berarti bangkit dari kematian dosa menuju hidup yang baru.
Melalui Nabi Yesaya, Allah menegaskan, bahwa puasa yang Engkau kehendaki itu bukan sekadar menahan diri dari makanan, melainkan mematahkan kuk penindasan, berhenti menyalahkan orang, dan membagikan roti kepada yang lapar. Puasa sejati memulihkan persekutuan.
Apa yang dilakukan Yesus? Ia makan bersama orang berdosa, yang hilang dan bersama yang miskin dan yang kaya. Bersama yang mengasihi-Nya dan yang meragukan-Nya. Bahkan bersama pengkhianat-Nya.
Makan itu bukan sekadar berbagi makanan, melainkan berbagi hidup dan persekutuan.
Tuhan, sering kali kami ingin meja yang nyaman; tanpa orang yang menyulitkan, mereka yang melukai atau berbeda dari kami. Tapi Engkau bertanya dalam hati kami:
“Dengan siapa kamu enggan makan?” Karena Engkau ingin makan bersama mereka juga.
Prapaskah ini, sucikanlah puasa kami. Jika kami berpantang, lembutkanlah hati kami. Jika kami berdoa, bukalah pintu kami. Jika kami memberi, pulihkanlah martabat sesama.
Jagalah lidah kami dari kata-kata yang melukai. Bebaskan kami dari sikap menghakimi. Luaskan hati kami agar cukup besar bagi belas kasih-Mu. Bangkitkan kami, ya Tuhan dari ketidakpedulian jadi kepedulian, kesombongan jadi kerendahan hati, dan dari eksklusivitas menjadi persekutuan.
Biarlah Prapaskah ini bukan sekadar rutinitas rohani, melainkan kebangkitan kerahiman kasih yang nyata dan berani mengandalkan Tuhan.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

