Lewi adalah seorang pemungut cukai, yang dikategorikan sebagai orang berdosa. Dosa ketidakadilan dan kerakusan telah membuatnya menjauh dari Tuhan, tapi Tuhan sendiri yang mencari dan menemuinya bagaikan Gembala yang mencari domba yang tersesat. Sebagai ucapan syukur, ia mengadakan pesta dan mengundang banyak pendosa lain, lalu duduk makan, bercerita bersama Yesus. Lewi telah jadi jalan kecil dan pendek bagi sesama kepada Yesus.
Yang bisa kita renungkan tentang kisah Lewi:
- 1) Adalah bagus, bila Anda mau mengajak dan mendorong sesama yang berdosa untuk bertobat. Sesaat, ketika Anda sendiri bertobat dan mengaku dosa kepada Imam, maka saat itulah para pendosa tidak memerlukan lagi kata-kata ajakanmu, karena mereka sedang antre masuk kamar pengakuan setelah dirimu ke luar dari sana;
- 2) Masa puasa juga adalah momen di mana kita menyesali dosa dan pelanggaran kita. Rasa sesal ini harus mendorong kita untuk mengaku dosa, berubah dan berbuat baik kepada sesama;
- 3) Sesaat, ketika Anda membawa dosa-dosamu kepada Tuhan di kamar pengakuan, maka ketika Anda ke luar dari sana, beban dosamu sudah berpindah ke pundak Yesus, sementara engkau akan merasakan sukacita para pendosa yang duduk makan bersama Yesus.
Akhirnya sadarlah, ketika Anda bertobat dan berubah, maka Anda telah jadi model dan jalan kecil bagi sesamamu untuk bertobat dan berubah dalam hidupnya.
Monsignor RD Inno Ngutra

