Tiga kesalehan standar berdoa, berpuasa, dan beramal itu masing-masingnya tidak berdiri sendiri. Berdoa bukanlah suatu tindakan yang tidak mempunyai kaitan dengan berpuasa dan beramal. Demikian juga berpuasa dan beramal. Satu perbuatan saleh membutuhkan dua lainnya supaya menjadikan seseorang saleh dan benar di hadapan Tuhan Allah dan jadi suri teladan bagi sesamanya.
Renungan ini membawa perhatian kita kepada berpuasa yang dilakukan melalui tindakan amal dan berdoa. Di dalam setiap perbuatan kasih itu seseorang menjalankan puasanya. Demikian juga di dalam kesempatan berdoa, seseorang mengisi dan memperkuatkan puasanya, sehingga menerangi iman kita tentang berpuasa dalam beramal dan berdoa.
Kitab Nabi Yesaya menegaskan, bahwa perbuatan puasa yang sangat mengena dalam hidup bersama dan sesuai dengan kehendak Allah ialah membuka belenggu-belenggu kelaliman. Semua bentuk kehidupan yang tertindas dan terbelenggu itu harus dihilangkan. Perbuatan atau perilaku yang memperdayai dan menyusahkan sesama harus dihentikan. Orang-orang lapar dan haus diberikan kepuasan raga mereka. Yang tidak mempunyai rumah diberikan tumpangan. Sedang yang tidak mempunyai pakaian dipakaikan pakaian yang layak.
Semua yang dikatakan Nabi dibuat begitu konkret oleh Yesus yang menjalankan misi Bapa dengan ditemani oleh para Rasul. Selain para Rasul, ada begitu banyak murid yang mengikuti dan menyertai-Nya ke mana Ia pergi dan dalam setiap kesempatan keberadaan-Nya. Hidup bersama dengan Tuhan Yesus ialah memandang Dia, berbicara dengan Dia, mendengar Dia, bersentuhan dengan Dia, mengakui Dia, percaya kepada-Nya, dan berikhtiar untuk tetap bersama Dia sampai mati. Semua ini adalah kenyataan, bahwa setiap saat hidup bersama dan dalam Tuhan yang memenuhi semua kriteria doa.
Yesus memberikan pencerahan kepada kita, bahwa berpuasa yang benar dan sesungguhnya ialah melakukan tindakan-tindakan bersama dan di dalam Tuhan. Kehadiran-Nya menjiwai seluruh hidup kita. Jika Tuhan sudah merelakan diri-Nya berada bersama kita, lalu mengapa manusia mengarang-ngarang caranya untuk berpuasa? Semua tindakan berpuasa itu sebenarnya untuk siapa, padahal Tuhan yang disembah dan dimuliakan itu berada di tengah-tengah umat-Nya? Jadi dengan berada dan bersama Tuhan, kita menjalankan tindakan kasih yang dilakukan atas nama Dia, sambil berbicara dan berinteraksi dengan Dia yang menguatkan kita melalui sabda dan berkat-Nya.
“Allah yang Mahabenar, perkuatkanlah ketetapan hati untuk menekuni disiplin iman kami di dalam masa penuh rahmat ini. Amin.“
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

