“Tuhan selalu mengampuni, manusia kadang-kadang mengampuni, alam tidak pernah mengampuni.” -Francis
Semesta tidak mengajarkan cara meminta, tapi mengajari kita cara bersyukur. Semesta dan Tuhan tidak butuh permintaan yang rumit. Ia hanya butuh jiwa yang rendah hati dan percaya. Semesta akan merespon energi syukur yang kita punya, bukan tuntutan kita. Ketika kita fokus pada rasa syukur, secara otomatis akan membuka pintu berkat dan rezeki.
Bersyukur adalah bahasa universal yang menghubungkan kita dengan aliran energi positif. Bukan tentang seberapa keras kita meminta, melainkan seberapa dalam kita menghargai yang ada. Rasa syukur membuat kita selalu cukup, bahkan dalam kekurangan pun selalu ada hal yang bisa disyukuri. Inilah logika jiwa yang bersyukur. Semakin banyak kita bersyukur semakin berlipat berkat dan rezeki.
Hidup ini bukan tentang menerima dan memberi, memaknai dan menjalani, tapi tentang percaya dan mensyukuri. Tuhan dan semesta mengetahui yang terbaik bagi hidup kita. Kadang malah lebih baik dari yang kita bayangkan dan pikirkan. Percayalah Tuhan selalu mempersiapkan rencana yang lebih besar dan lebih indah.
Kurangilah mengeluh, perbanyak bersyukur. Berilah ruang untuk tangan Tuhan berkarya. Berilah ruang semesta menyalurkan berkat dan rezeki dari Sang Pencipta.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

