“Kebenaran tidak akan bisa masuk ke dalam pikiran ini, jika kita sudah membangun tembok tebal yang kokoh kuat, sehingga mementalkannya.”
Memang susah bagi orang yang sudah membangun tembok di dalam otak dan hatinya, alias hati mengeras, sehingga tidak mau menerima pendapat orang lain. Lebih mengerikan lagi, bila Anda telah menghidupi sesuatu yang salah, yang dianggap benar padahal dalam kenyataannya sesuatu itu memang salah.
Orang-orang Farisi yang meminta tanda Surgawi dari Yesus seyogyanya telah membangun tembok di otak dan hati mereka, sehingga tidak percaya akan segala sesuatu yang diperbuat oleh Yesus di hadapan mereka.
Pelajaran penting untukmu:
1) Tidak semua orang patut untuk dipercaya, namun kepercayaan yang kita berikan kepada seseorang itu mampu membuatnya merasa berarti, sehingga ia bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam hidupnya dan hidup bersama;
2) Robohkanlah tembok tebal yang Anda telah bangun di dalam otak dan hatimu, sehingga usulan dan kritik orang lain demi kebaikanmu itu bisa masuk untuk mengubahmu.
Akhirnya ingatlah akan pesan ini, ” berubah itu sulit, tapi tidak berubah itu fatal.” Berubah dan berkembang tidaknya seseorang itu sangat tergantung pada keputusan pribadinya.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

