Yakobus menegaskan, bahwa Tuhan tidak pernah mencobai manusia dengan kejahatan. Justru Ia memberi kekuatan kepada siapa pun yang bertahan dalam pencobaan. Semua yang baik berasal dari Allah, Sang Bapa yang setia, yang tidak berubah seperti bayangan yang bergeser (bdk. Yak. 1:12-18). Dalam dunia yang cepat berubah, kebaikan Tuhan tetap teguh jadi dasar harapan dan kekuatan kita.
Dalam Injil, Yesus menegur para murid-Nya yang khawatir, karena lupa membawa roti. Ia mengingatkan mereka akan mukjizat penggandaan roti yang telah mereka alami. Ketakutan mereka bukan karena kekurangan roti, melainkan karena kurang percaya (bdk. Mrk. 8:14-21).
Hati yang mudah lupa akan karya Tuhan sering kali membuat kita panik menghadapi kesulitan. Padahal Tuhan telah berulang kali menunjukkan, bahwa Ia setia dan cukup bagi kita.
Kita diajak untuk tidak cepat goyah oleh kekhawatiran. Di tengah pencobaan hidup, kita diajak untuk tetap percaya, bahwa Tuhan adalah sumber segala yang baik, dan Ia tidak pernah meninggalkan kita. Yang dibutuhkan itu bukan hanya mata jasmani yang melihat, melainkan juga hati yang percaya dan bersyukur atas kebaikan Tuhan setiap hari.
“Ya, Tuhan, ajarilah kami untuk selalu mengingat kebaikan-Mu dan percaya bahwa Engkaulah sumber hidup kami. Amin.”
Ziarah Batin

