Red-Joss.com – Adakah perbuatan baik manusia itu murni sebagai altruisme? Berbuat baik sebagai dorongan murni? Tanpa ada motif lain, seperti ego pribadi yang mendorong?
Pada tahun 2015, di sebuah jalan di London, ada seorang pengendara sepeda terjebak di bawah bus bertingkat. Sekitar 100 orang kemudian berkumpul, dan dengan kerelaan dan kerjasama yang luar biasa, mereka mampu mengangkat bus hingga pria itu bisa keluar dan selamat.
Pada haulnya yang ke 33, umat Sanberna menandai diri dengan gedung gereja baru, besar dan megah. Kalau dipikir-pikir, dari mana memperoleh biaya untuk membangunnya? Yang pasti, ada banyak sekali umat yang tak pernah lelah dan berhenti berbuat baik demi gerejanya. Dengan kerelaan dan kerjasama yang luar biasa mereka mampu melakukan sesuatu yang mustahil dapat dilakukan seorang diri, siapapun dia. Semua itu bermuara dari empati.
Kapasitas untuk empati ada dalam diri setiap orang dan menunjukkan, bahwa kita saling terhubung secara yang mendalam.
Kita bisa merasa, bahwa kita adalah bagian dari suatu jaringan kesadaran bersama.
Inilah yang memungkinkan kita untuk mengenali diri kita dalam orang lain, merasakan penderitaan mereka, dan menanggapinya dengan tindakan altruistik, tanpa pamrih.
Kita dapat merasakan penderitaan orang lain, karena dalam kadar tertentu, kita adalah mereka. Sehingga kita merasakan keinginan untuk meringankan penderitaan orang lain, untuk melindungi dan membuat mereka lebih baik, seperti halnya kita menolong diri sendiri.
Filsuf Jerman Arthur Schopenhauer menyebut: “Jiwa sejati saya ada dalam setiap makhluk โฆ Inilah dasar belas kasih โฆ yang dinyatakan lewat perbuatan baik.”
Dengan kata lain, altruisme itu tidak perlu dijelaskan penyebabnya. Sebaliknya, kita harus merayakannya sebagai kemampuan untuk melampaui keterpisahan. Altruisme itu alami. Altruisme adalah ekspresi dari sifat kita yang paling mendasar yaitu terhubung.
Bagi seorang altruist sejati, tak ada tempat dihatinya untuk bermegah. Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”
Tak henti berbinar bagi sesama.ย
…
Jlitheng

