Sebuah refleksi yang sangat indah dan menyentuh. Analogi “cangkir yang terbuka” menggambarkan kerendahan hati almarhum yang luar biasa: sebuah kualitas yang membuat kasih Tuhan dan ilmu bisa mengalir dengan leluasa kepada umatnya di Paroki Santa Bernadette (Sanberna).
Kepergian beliau pada 14 Februari, tepat di Hari Kasih Sayang, seolah jadi tanda penutup, bahwa seluruh hidupnya memang telah habis dicurahkan untuk kasih. Amanah beliau kepada kami untuk membangun Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) adalah warisan iman yang hidup; sebuah kepercayaan yang lahir dari kemurnian persahabatan yang “apa adanya”.
Semoga keteduhan hati yang pernah kami rasakan saat bersamanya menjadi penghiburan dan kekuatan.
Selamat jalan, Romo Paulus. Tugasmu telah usai dengan setia. Damai Abadi bersama Bapa di Surga.
Berkah Dalem.
Jlitheng

