“Datanglah, Roh Kudus. Singkapkan hikmat Ilahi dan ajarlah kami untuk memilih kehidupan.”
Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum, melainkan untuk menggenapinya dalam kasih.
Ia menunjukkan, bahwa ketaatan bukan hanya soal tindakan lahiriah, melainkan soal hati. Ketaatan luar itu tidak cukup. Hati adalah pusat motivasi, asal dari setiap kata dan perbuatan, tempat di mana kasih atau dosa mulai tumbuh.
Allah memanggil kami untuk melatih hati, menata keinginan, menguasai emosi, dan menaati-Nya bukan karena takut, tapi karena kasih.
Allah tidak pernah menuntut
melebihi kemampuan kami. Di hadapan kami, Allah meletakkan kehidupan dan kematian, air dan api. Ia menghormati kebebasan kami dan mengundang kami memilih kehidupan.
Melalui hidup, wafat, dan kebangkitan Yesus, Allah menunjukkan, bahwa perintah-Nya dapat dijalani.
Dalam Baptisan, Allah menganugerahkan Roh-Nya agar hukum-Nya digenapi di dalam kami. Dalam Ekaristi, Ia memberikan diri-Nya sepenuhnya, agar kami mampu mengasihi bersama-Nya dan di dalam-Nya.
Bapa, hikmat Injil melampaui hikmat dunia yang fana ini. Inilah rencana-Mu sejak semula. Hikmat yang kini dinyatakan melalui Roh Kudus.
Maka, seperti doa Pemazmur, ajarilah kami berjalan di jalan-Mu dan mencari Engkau dengan segenap hati.
Melalui Kristus Tuhan kami.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

