1.
Air mata balita makin sakti
karena semakin ditakuti orangtuanya
dan hanya bisa dijinakkan dengan gadget
Jeritan anak-anak bukan saja minta jajan
tetapi susi dan makanan adalah game di gadget
Bahkan bayi dalam kandungan
sudah dimanjakan dengan lagu dari gadget
Karena ibunya pun ‘sibuk berkas’ dengan sosmed
Zaman mengajari kasih sayang digital
karena mereka generasi milenial
Atas nama kasih sayang itu
Anak-anak menggugat dan membunuh orangtua
Bocah-bocah semakin galau dan brutal
Apakah ini namanya zaman edan?
2.
Bocah-bocah kota sampai kampung udik
merasa minder dan ketinggalan
jika tak tahu kisah film kartun viral
Anak-anak diejek kolot tradisional
jika tidak bisa mainkan game terbaru
Remaja dan kaum muda murung
kalau tidak punya sarana digital baru
karena dianggap tidak gaul dan kurang pergaulan
Banyak kegiatan sekolah pun harus menggunakan teknologi digital
Prinsip, nilai, aturan dan ilmu pengetahuan
sedang dikendalikan dengan teknologi digital
Inikah kasih sayang sejati yang ideal?
3.
Valentine day, hari kasih sayang
Apa dan siapa Valentine
aku pun tak tahu ceritanya
engkau juga belum tentu tahu artinya
Tetapi mbah google pasti
bisa jelaskan semua dengan datanya
Entah dengan kisah tertulis
Entah dengan gambar dan foto
Entah dengan film dan video
Kasih sayang diajarkan sarana digital
Kasih sayang dikisahkan dari negeri jauh
Kasih sayang dicontohkan kreasi kartun dan dongeng
Kebenaran dan realitas berpindah ke dunia maya
4.
Valentine Day, Hari Kasih Sayang
Gemerlap di dunia maya menggoda
terus membius rasa dan pikiran generasi
Lalu,
kenyataan kasih sayang orangtua dianggap kuno
Kearifan adat budaya leluhur dihina ketinggalan
Ajaran agama semakin dijauhi dihindari
Pesona iklan kasih sayang digital telah merasuk jiwa raga
Energi digital algoritma semakin sakti
Kata dan angka menari-nari
menguras nilai harkat martabat pribadi
Antara gemerlap digital dunia maya
dan kenyataan hidup apa adanya
terus menggugat pilihan dan keputusan setiap kita
Mau jadi apa dan siapa?

